Cari Blog Ini

Sabtu, 23 Maret 2019

Rubrik Sungguh-sungguh Terjadi dan Fakta-fakta yang Menyertainya



Oleh: Gita FU

Halo, Sobat!

Tahu-tahu sudah weekend lagi, ya? Benar-benar nggak terasa. Terkadang saya sedih, karena ingat masih sering menyia-nyiakan waktu saya begitu saja. *Sigh*. Jatuhnya menyesal belakangan, deh. Aelah.
Semoga sobat semua termasuk orang-orang yang mampu memanajemen diri dengan baik, ya. Aamiin.

Now, kembali ke blog.

Di postingan kali ini saya ingin berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang satu rubrik di koran Kedaulatan Rakyat. Sebelumnya saya ingin tahu, apakah Sobat pernah mendengar atau membaca koran ini? Kalau belum saya kasih sekilas info, nih. Kedaulatan Rakyat adalah nama harian umum terbitan Yogyakarta. Koran ini telah terbit sejak 27 September 1945. Wow! Cukup tua juga, ya?

Sebagai koran senior, Kedaulatan Rakyat (selanjutnya disingkat KR) termasuk koran yang mampu eksis dan beradaptasi dengan zaman. KR memiliki grup; di mana selain menerbitkan koran  Kedaulatan Rakyat, grup ini pun menyiarkan koran Merapi, dan Mingguan Minggu Pagi. Pemberitaannya cukup obyektif, rubrik nya variatif, distribusinya lumayan luas hingga daerah Jawa Tengah. Selain versi cetak, KR pun menyiarkan koran digital gratis. Hal lain yang patut diberikan apresiasi adalah komitmennya memberi ruang kepada kontributor dari luar.

Ruang yang saya maksud ialah kehadiran rubrik-rubrik tertentu, baik harian maupun mingguan. Rubrik mingguan ialah: Opini, Budaya, Oase, Mekar sari, Kawanku, Kaca,  Pustaka, dan Sungguh-sungguh Terjadi dalam Sepekan. Rubrik harian ialah Sungguh Sungguh Terjadi. Nah, yang akan saya ceritakan lebih lanjut adalah rubrik Sungguh-sungguh Terjadi, sesuai judul postingan.

Berawal dari postingan teman penulis bernama Heru Prasetyo di laman FB. Ia mengabarkan tulisan humornya dimuat di Sungguh Sungguh Terjadi koran KR. Saya pun penasaran. Singkat cerita saya bertanya-tanya via inbox FB, dan Mas Heru berbaik hati menjawab semuanya. Berikut ini fakta-fakta yang saya rangkum untuk sobat semua:

1. Isi cerita tentang kejadian unik, lucu, nyata, berdasarkan pengalaman pribadi maupun orang lain yang sobat kenal. Nggak perlu panjang lebar, sobat tuliskan saja inti cerita tersebut, mungkin k.l 20-25 kata.

2. Kirimnya pakai kartu pos. Nggak usah bengong, gitu, sobat. Kartu pos itu benda yang masih eksis, kok. Bisa sobat beli di kantor pos setempat. Kalau di tempat saya harganya 500 rupiah selembar. Pakai prangko 3000 perak, terkirim, deh satu cerita.

3. Ini alamat redaksinya Sobat:
Redaktur Sungguh Sungguh Terjadi
Harian Kedaulatan Rakyat
Jl. P. Mangkubumi No. 40-44
Yogyakarta -55232
Untuk alamat kalian pastikan ditulis lengkap dan jelas ya, sobat. Agar memudahkan pengiriman honor jika tulisan kalian dimuat.

4. Ada honornya. Berapa? Lumayan, satu cerita yang berhasil tayang dapat 50 ribu rupiah (belum potong pajak). KR unik, lho. Honor dikirim via wesel pos! Atau kalau data sobat plus no rekening sudah terekam di KR karena biasa tayang tulisannya, bisa juga honor SST ini dikirim via rekening (macam saya. Uhuk!). Oia, lama pencairan honor sejak tayang di koran sekira 1-2 minggu. Alhamdulillah selama ini saya belum pernah kecewa sama KR terkait honor tulisan.

5. Tidak ada konfirmasi pemuatan. Jadi kita yang harus proaktif. Beri jarak kira-kira satu minggu setelah kalian mengirim tulisan, setelah itu sobat bisa mulai mengecek. Rubrik Sungguh-sungguh Terjadi dalam Sepekan terbit setiap hari Minggu, memuat hingga 6 cerita plus satu cerita yang dimuat di halaman depan. Di hari biasa KR menayangkan satu SST di halaman depan. Jika tak bisa dapat versi cetak, pantaulah e-paper KR.

Berikut ini 2 contoh tulisan saya yang tayang di SST.


Pemuatan di bulan April 2018

Pemuatan di bulan Oktober 2018

Gimana? Tertarik mengirim? Cuss jangan ragu-ragu, ya! Bagikan cerita-cerita unik di sekitar kalian kepada para pembaca KR lainnya.  Fyi, saya mulai kirim ke rubrik SST di bulan-bulan menjelang akhir 2017 hingga sekarang. Alhamdullilah meskipun terkesan 'receh', tapi cukup bisa menjadi pembangkit semangat menulis bagi saya. (*)

Cilacap, 230319



4 komentar:

  1. Wah keren banget bu. Ternyata ada honornya ...nice sharing impormatib

    BalasHapus
  2. keren mba...

    saya jadi berkunjung ke blog ini untuk menikmati (setidaknya) 5 cangkir kopi dari mbak gita

    BalasHapus